SULTAN FURNITURE • Furniture Custom • Desain Interior • Jejak KaryaAceh & Sumatera Utara
Logo asli Sultan Furniture — Creative Solutions
Furniture Custom & Interior
Rumah, Kantor dan Tempat Usaha
Tampilkan postingan dengan label Bahan Baku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Baku. Tampilkan semua postingan

Mengenal Bahan Untuk Finshing Furniture

Apapun bahan dasar struktur yang digunakan untuk furniture penyimpanan, permukaan luarnya harus di-finishing agar tampilannya indah. Dan juga untuk menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur dan ketahan dalam hal benturan dan keadaan cuaca.

HPL


Lapisan Tranparan
Politur
Biasanya berbentuk serpihan atau batangan yang dicairkan dengan alkohol. Tetapi ada juga yang siap pakai dengan komposisi alkohol yang tepat. Politur diaplilasilan dengan menggunakan kain yang di poles secara berkala pada permukaan kayu. Pengaplikasian politur dapat diulang secara berkala jika warnanya sudah memudar.

Nitro Cellulose (NC)
Terbuat dai bahan resin NC dan tiner. Bahan ini akan membentuk lapisan film yang tahan air, namun belum kuat untuk menahan goresan maupun benturan fisik. NC di aplikasikan dengan cara semprot (spray) bertekanan udara atau memakai kuas.

Melamik
Memberikan lapisan film yang lebih baik daripada NC. Permukaan kayu yang dilapis melamik menjadi sangat halus karena pori-pori kayu tertutup. Bahan ini lebih sulit untuk dilapis ulang dan akan berbau menyengat setelah aplikasi. Ada 2 pilihan finishing, yaitu matt dan glossy (mengkilat). Pengaplikasiannya dengan cara semprot atau memakai kuas.

Polyurethane (PU)
Merupakan jenis finishing yang paling tebal lapisan filmnya. Tampilannya menyerupai lapisan plastik sehingga membuat kayu tidak alami. Daya tahannya terhadap panas dan air sangat baik, membuat PU cocok untuk furnitur eksterior.
Waterbased lacquer
Menggunakan pencair air murni dan resin yang tertinggal dipermukaan kayu. Lapisannya tahan air dan goresan. Bhan ini lebih disukai oleh para konsumen dari Eropa.

Lapisan Non Transparan.
Material ini akan menutup 100% seluruh permukaan kayu dan menyembunyikan tampak aslinya. Bentuk fisiknya dapat berupa cat duco dan lapisan (laminate) dalam bentu lembaran atau rol.

Cat Duco
Adalah methode penyemprotan cat duco pada permukaan furnitur. Warnanya bervariasi seperti baturan dan warna-warna menyolok. Cocok untuk furnitur bernuansa modern, minimalis dan juga furnitur anak. Harganya relatif mahal dan bila sudah dicat, serat asli tidak bisa dikembalikan lagi. Pengaplikasiannya menggunakan semprot atau kuas. Dengan kemajuan tehnologi dan desain sekarang ini, berbagai motif dapat dibuat dari cat ini, seperti motif batu, marmer, motif pecah seribu maupun motif perak, tembaga dan emas.

Laminate
Adalah methode finishing furnitur dengan merekatkan bahan pelapis di permukaan furnitur. Proses pelapisan menggunakan lem khusus kayu, seperti lem kuning. Pelapis yang umum digunakan antara lain veneer, PVC, decosit, tacon, HPL.

Veneer
Terbuat dari serat tipis kayu asli. Motifnya tergantung jenis kayu ; ada motif jati, sungkai, nyatoh, kamper atau mahoni. Furnitur yang dibri lapissn ini mirip kayu asli sehingga tampilannya benar2 alami. Dijual dalam bentuk gulungan dengan lebar 10-20 cm, harganya relatif mahal.

PVC (Polyvinyl Carbonate)
Merupakan lapisan berbentuk lembaran dan terbuat dari plastik. Permukaannya lebih halus dibanding bahan dari plastik lain, seperti tacon dan decosif. Berbentuk lembaran ukuran 120 cm x 240 cm dan tebal 3 mm. Pilihan warna terbatas, hanya ada coklat dan warna turunannya. Harganya relatif murah.

Decosif
Terbuat dari bahan plastik, lebih tipis dari tacon. Berbentuk gulungan dengan tinggi 120 cm, tebal kurang dari 1 mm, sedang panjangnya tidak terbatas. Mempunyai variasi motif cukup banyak. Harganya paling murang dibanding jenis laminate lainnya.

Tacon
Sama seperti Decosif, terbuat dari plastik. Berbentuk gulungan dengan tinggi 120 cm, tebal kurang dari 1 mm, sedang panjangnya tidak terbatas. Variasi motif cukup banyak dan permukaannya bertekstur. Harganya per meter lari.

HPL (High Pressure Laminate)
Terbuat dari campuran Akrilik dan kayu. Lapisan luarnya menyerupai kayu dan mengandung serat-serat kayu, tapi bagian belakangnya akrilik. HPL biasanya berbentuk lembaran ukuran 120 cm x 240 cm dan tebal 3 mm. Variasi motif dan warna cukup banyak serta permukaannya bertekstur. Harga bervariasi tergantung merk dan motifnya. Warna polos relatif murah dan paling mahal warna silver.
Keunggulan HPL adalah mengandung unsur kayu, cocok bagi yang ingin menampilkan warna-warna alami kayu. Bahan ini kuat (karena cukup tebal) dan elastis sehingga bisa ditekuk untuk melapisi bagian tepi furniture.
Tertarik dengan karya ini?Konsultasi furniture dan interior langsung dengan CV SULTAN FURNITURE.
Instagram TikTok Facebook WhatsApp

Kenali Bahan Baku Untuk Membuat Furniture

Sebelum anda membuat sebuah perabot perhatikan dulu bahan2 baku yang akan Anda gunakan, karena ini sangat penting untuk menentukan sebuah kualitas barang Anda. Jika salah dalam memilih bahan baku akan berakibat fatal di kemudian hari, jangan menggap yang murah bisa mendapat kualitas bagus, maka pilihlah yang benar2 berkualitas.

Berikut ini akan saya jelaskan bahan baku dari yang rendah sampai yang berkualiti, namun dalam artikel ini saya hanya menjelaskan bahan baku untuk mebeul jenis minimalis.

 Blockboard

Lapisan utama blockboard adalah pada bagian tengah yang memiliki ketebalan 15 hingga 30mm. beberapa potongan kayu dengan lebar tersebut dilaminating dan dilapisi dengan beberapa vinir seperti untuk plywood.

Vinir tersebut disusun secara melintang serat untuk mendapatkan kestabilan dan kekuatan menahan penyusutan kayu. Lalu beberapa lembaran tersebut dilapisi lem dan dipres dibawah tekanan yang besar.
yang harus diperhatikan pada blockboard adalah arah serat.
Blockboard masih memiliki kelemahan yang ada pada solid wood, lemah pada arah melintang serat kayu.
Oleh karena itu perlu diperhatikan arah serat permukaan blockboard (arah serat permukaan sama dengan arah serat isian) pada waktu menggergaji ataupun mendesain peletakan papan blocboard.

 Teakblock

Hanya satu perbedaan menurut pengetahuan teknis saya. Teakblock terdapat tambahan satu lapisan lagi pada satu permukaan blockboard untuk menambah nilai estetika, yaitu lapisan vinir kayu jati.

Walaupun demikian memilih dan mengerjakan teakblock tidak sama dengan jenis papan buatan lainnya. Dengan alasan utama pabrik membeli teakblock, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi:

(1) Tidak boleh ada goresan benda tajam/tumpul di atas permukaan teakblock. Goresan tersebut akan terlihat setelah produk difinishing walaupun dengan warna gelap sekalipun.
Oleh karena itu penyusunan teakblock harus diperhatikan, permukaan teakblock yang berlapis jati harus bersentuhan dengan permukaan yang berlapis jati juga.
Mengapa?
Permukaan non-jati pada teakblock tidak menjadi prioritas sehingga kontrol dan penanganannya kurang teliti. beberapa lembaran bisa terdapat 'overlap' sehingga bisa menimbulkan goresan pada permukaan jati.

(2) Tidak boleh ada 'overlap vinir'. Vinir jati dibuat sangat tipis (hingga 0,3mm) dan diproduksi dengan metode slicing dari satu batang kayu jati solid. proses pelapisan pada teakblock bisa terjadi saling menumpuk, cacat ini sudah diantisipasi oleh pabrik teakblock, akan tetapi akan selalu ada produk yang memiliki cacat ini. Overlap membuat permukaan teakblock terlihat menggelembung dan tidak rata.

(3) Vinir terkelupas
Ketebalan vinir sangat tipis dan rentan goresan, sedikit saja benturan terhadap permukaan teakblock bisa membuat vinir terkelupas dan teakblock tidak bisa dipakai.

Multipleks
Multipleks merupakan material kayu yang disusun atas beberapa lapisan kayu sejenis dengan ketebalan tertentu, dan memiliki beragam ukuran yang dapat dijumpai di toko-toko material, mulai dari 3 mm hingga 20 mm. Sebagai material sruktur untuk furnitur, multipleks cukup kokoh. Namun dipasaran harga setiap lembar multipleks lebih mahal dibandingkan material struktur lainnya sehingga harga keseluruhan furnitur pesanan dapat 
menjadi lebih mahal.



MDF (Medium Density Fiberboard)
Material penyusun struktur inimerupakan material yang lazim digunakan oleh furnitur bermerk yang banyak dijumpai di toko-toko. Harganya cukup terjangkau serta sifatnya yang mudah dibentuk membuatnya menjadi pilihan yang sesuai. Akan tetapi, pada beberapa kasus, MDF tidak mempunyai usia yang cukup panjang dibandingkan dengan material lainnya. 
NB:untuk jenis bahan belum pernah kami pakai



 Partikel board

Particle Board adalah papan kayu yang terbuat dari partikel-partikel sisa kayu yang direkatkan dan dipress dengan tekanan tinggi. Particle board mirip dengan MDF, namun bahan yang digunakan untuk particle board lebih kasar, sedangkan bahan yang digunakan untuk MDF lebih halus dan lebih padat. Seperti MDF, finishing particle board menggunakan veneer, PVC, HPL ataupun laminate lainnya.
Harga particle board paling murah dibandingkan jenis kayu lainnya, seperti : MDF, plywood ataupun solid wood. Kelemahannya particle board adalah air. Particle board yang terkena air sulit/tidak bisa digunakan lagi. Oleh karena itu, untuk furniture yang menggunakan particle board perlu memiliki finishing yang rapi dan baik, untuk mengurangi kemungkinan masuknya air melalui celah lapisan luar. Kekuatan particle board juga tidak terlalu baik sehingga tidak mampu menahan beban yang terlalu berat. Particle board juga sering digunakan untuk mass-production pabrik untuk menekan biaya, atau untuk furniture yang tidak rawan terkena air, seperti lemari dan lainnya.
NB:untuk jenis bahan belum pernah kami pakai







Tertarik dengan karya ini?Konsultasi furniture dan interior langsung dengan CV SULTAN FURNITURE.
Instagram TikTok Facebook WhatsApp
Furniture yang dirancang untuk kebutuhan Anda.

CV SULTAN FURNITURE melayani konsultasi, desain, produksi dan pemasangan furniture custom di Aceh dan Sumatera Utara. WhatsApp: 0852-0769-7166 · Telepon: 0811-688-7266.

KONSULTASI WHATSAPP